28 October 2015

Ngobrol Santai Bareng Tokoh

Diskusi panel dengan tema “Peran Santri dalam Indonesia Kekinian” ini akan mendiskusikan berbagai potensi dan kenyataan di lapangan mengenai peran para alumin pesantren di masyarakat Indonesia dari tinjauan tokoh, pengusaha, dan birokrat.

(mohon diisi dengan wacana pembuka di sini, punten panitia belum menyediakan -_- )

Haedar Nashir

 
Profil Haedar Nashir
Nama Lengkap : Haedar Nashir
Profesi : Ketua Umum PP Muhammadiyah
Tempat Lahir : Bandung
Tanggal Lahir : 14 Juli 1963

BIOGRAFI
Dilahirkan di Bandung, 14 Juli 1963, sehari-hari bekerja sebagai Dosen di FISIPOL UMY. Mantan Sekretaris PP Muhammadiyah periode 2000-2005 ini, Menamatkan pendidikan dasar di Bandung, kemudian hijrah ke Yogyakarta untuk memperoleh gelar S1 di STPMD / APMD Yogyakarta. Gelar S2 dan S3 diperoleh di Fisipol UGM pada bidang Sosiologi. Menjadi anggota Muhammadiyah sejak tahun 1983 dengan nomor anggota 545549. Penulis buku “Muhammadiyah Gerakan Pembaruan” (2010) ini pernah menjadi Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 1983-1986 dan Ketua Dep. Kader PP Pemuda Muhammadiyah periode 1985-1990.

PENDIDIKAN

  • SD/MI Ciparay Bandung
  • Pondok Pesantren Cintawana
  • SMA Negeri 10 Bandung
  • STPMD Yogyakarta
  • S-2 dan S-3 Fisipol UGM

KARIR

  • Dosen Fisipol UMY

RIWAYAT ORGANISASI

  • Anggota Muhammadiyah di Cabang Yogyakarta, nomor Baku: 545.549 sejak tahun 1983
  • Ketua I PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (1983-1986)
  • Dep. Kader PP Pemuda Muhammadiyah (1985-1990)
  • Ketua BPK-PAMM PP Muhammadiyah (1985-1995, 1995-2000)
  • Pemimpin Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah (2000 – sekarang)
  • Sekretaris PP Muhammadiyah (2000-2005)
  • Ketua PP Muhammadiyah (2005 – 2010, 2010 – 2015)
  • Komisaris Utama Percetakan Muhammadiyah, PT Gramasurya (2010 – sekarang)
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah (2015 – Sekarang hingga 2020)

Ridwan Kamil

 Profil Ridwan Kamil Nama Lengkap : Ridwan Kamil
Profesi : Walikota Bandung
Tempat Lahir : Bandung
Tanggal Lahir : 4 Oktober 1971

BIOGRAFI
Mochammad Ridwan Kamil atau biasa dipanggil Emil ini adalah Walikota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi walikota, ia bekerja sebagai arsitek, dosen dan aktif sebagai aktivis sosial di Indonesia.

Ia menyelesaikan pendidikan tingginya di jurusan Arsitektur ITB, prestasi gemilangnya membawanya meraih beasiswa untuk melanjutkan studi dan lulus S2 di University of California Berkeley. Kemudian, ia melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat.

Bersama timnya, ia telah mengerjakan lebih dari 50 proyek arsitektur dan urban design di benua Amerika, Timur tengah dan Asia dan meraih penghargaan lebih dari 20 kali.

Bermodalkan ilmu pendidikan Urban Design, ia diangkat sebagai penasihat arsitektur kota Jakarta, penasehat ekonomi kreatif Taiwan dan penasehat pembangunan kota Surabaya.

Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, dan juga sebagai Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

PENDIDIKAN

  • Tahun 1990-1995: Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung
  • Tahun 1999-2001: Master of Urban Design University of California, Berkeley

KARIR

  • Arsitek
  • Dosen ITB
  • Walikota Bandung periode 2013-2018

Chairul Tanjung

 Profil Chairul Tanjung Nama Lengkap : Chairul Tanjung
Profesi : Pemilik Trans Corp.
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 16 Juni 1962

BIOGRAFI
Chairul Tanjung (CT) adalah konglomerat Indonesia yang namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar. Ayah CT adalah A.G. Tanjung, wartawan Orde Lama yang dulu pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil.

Pekerjaan yang dilakukan CT berbeda jauh dengan disiplin ilmu yang ditekuninya di bangku kuliah. Ketika menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Gigi UI tahun 1981, CT mengalami kesulitan finansial untuk biaya kuliah. Saat itulah kemampuannya berbisnis diasah. Ia mulai berbisnis kecil-kecilan menjual buku kuliah stensilan, kaos, dan sebagainya. Kemudian ia memiliki toko peralatan laboratorium dan kedokteran di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, namun mengalami kebangkrutan.

Setelah itu ia mencoba membuka usaha kontraktor tetapi kurang berhasil sehingga ia bekerja di perusahaan baja. Lalu, ia pindah ke perusahaan rotan di mana ia bertemu dengan tiga orang rekan dan mendirikan PT. Pariarti Shindutama. Perusahaan ini memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor, dan CT beruntung usahanya kali ini menuai untung besar karena perusahaannya mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu anak-anak dari Italia. Seiring berjalannya waktu, akhirnya CT memutuskan untuk berkarya sendiri karena terjadi perbedaan paham dengan rekan-rekannya.

Lepas dari bisnis sepatu ekspor, CT mengarahkan usahanya ke konglomerasi dengan tiga bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang sekarang menjadi Bank Mega yang kini merangkak naik menjadi bank kelas atas. Ia juga merambah ke bisnis sekuritas, asuransi jiwa, dan asuransi kerugian. Pada sektor sekuritas, CT memiliki perusahaan real estate dan membangun Bandung Supermall pada 1999.

Saat ini, CT berkecimpung di bisnis pertelevisian dengan mendirikan Trans Corp yang membawahi Trans TV dan Trans 7. Walaupun persaingan di industri pertelevisian semakin ketat, namun CT yakin Trans TV bisa terus berkembang melihat bahwa belanja TV nasional telah mencapai angka 6 triliun setahun dan 70% di antaranya akan diambil oleh televisi.

Selain Trans Corp., CT memiliki Para Group yang mengayomi 5.000 karyawan dengan Para Inti Holdindo sebagai kepala industri yang memiliki tiga anak perusahaan, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

CT melebarkan sayapnya di dunia bisnis dengan menggunakan Trans Corp untuk mengakuisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai Rp 3 triliun melalui PT Trans Ritel. Setelah memiliki 40% saham Carrefour, ia kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri) sebagai komisaris.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp, komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%. Dengan gurita bisnis seperti ini, CT menduduki posisi ke-13 dari total 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2009 versi majalah Forbes.

CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha. Waktu saya memulai banyak waktu tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi.

PENDIDIKAN

  • SD Van Lith, Jakarta (1975)
  • SMP Van Lith, Jakarta (1978)
  • SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
  • Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
  • Executive IPPM (MBA; 1993)

KARIR

  • Pendiri PT. Pariarti Shindutama
  • Pemilik Bandung Supermal
  • Pemilik Trans Corp.
  • Pemilik Para Group
  • Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia

BUKU

  • Si Anak Singkong

PENGHARGAAN

  • Urutan 937 dari 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes
  • Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional (1984-1985) –
  • Penghargaan sebagai anggota civitas akademika yang berjasa kepada fakultas dan universitas
  • Eksekutif Muda Berprestasi 1992-1993 dari Studio Seven Production, Jakarta (23 Mei 1993)
  • Soegeng Sarjadi Award