3 December 2015

Capruk For The Soul

 

Karena anak DA banyak yang penulis maka tidak mengherankan kalau banyak buku tentang DA yang bisa diterbitkan. Pada reuni kali ini, kita akan meluncurkan buku-buku yang dibuat oleh alumni-alumni DA tentang DA sendiri yaitu: Capruk for The Soul #2, IYA: Dari Air Mata Menjadi Mata Air, dan Jodoh.

Capruk For The Soul #2

Capruk For The Soul #2

Capruk For The Soul adalah seri buku berisikan kisah-kisah dari balik tembok pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Ditulis oleh mantan-mantan santri DA, buku ini menceritakan segala hal mulai dari perjuangan hidup dengan sarapan hanya dengan kecap dan kerupuk, kisah-kisah seru, hingga yang lucu. Buku yang akan diluncurkan kali ini adalah jilid kedua dari seri buku tersebut. Temukan hikmah di balik setiap tetes kecap yang jatuh dari kerupuk kehidupan!

PO BUKU CAPRUK FOR THE SOUL TELAH DIBUKA!📢📢📢😍

🎉Bagi kamu yang ingin baca buku CFTS2 yang berisi 40+ cerita seru dari para Ikadamers selama nyantri di DA, sekarang sudah bisa mulai PO lho.

📅PO Edisi khusus ini dibuka dari 28 Nov-12 Desember 2015. Harga Rp.75.000 (blm termasuk ongkir).

💝Pre-order pertama ini dibuka untuk CFTS2 edisi khusus, karena 100 orang pertama akan mendapatkan merch menarik dari panitia.

📱Gimana cara ordernya?

SMA/WA/Line ke: 085723827032
dengan format:
CFTS2_jumlah_nama pemesan. Contoh: CFTS2_1_Irfan Nur Hakim 29 pa

⌚Buku dikirim tanggal 16 Desember 2015 atau bisa diambil saat #Reuni3Dekade.

❤Royalti seluruhnya akan diberikan untuk membangun peradaban di Darul Arqam.

Ayo, segera order sebelum kehabisan!

💐Bisa juga order CFTS edisi #1.

Capruk For The soul 1 & 2

IYA: Dari Air Mata Menjadi Mata Air

Buku ini merupakan mini biografi dari Iya Mohammad Miskun Assyatibi, salah satu pendiri dan pimpinan pondok pertama dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Ditulis oleh dua orang alumni DA yaitu Ginan A. Rahman (27pa) dan Zahra Shafiyah (15pi), isi buku ini merupakan hasil saduran dari berbagai narasumber mengenai kehidupan Iya Miskun.

Iya tidak pernah belajar di perguruan tinggi, tapi daya jelajah bacanya jauh melampaui orang yang belajar sampai S3 bahkan pos-doktoral. Iya sangat tekun membaca terutama di bidang tafsir, sampai-sampai beliau dijuluki malaikat tafsir oleh ulama-ulama di Garut. Kegandrungannya membaca membuat sepasang mata Iya cedera. Tahun 1991 di usia ke 61 tahun, pandangan Iya mulai redup dan kadang tak bisa melihat sama sekali.

Iya adalah penulis yang produktif. Kesibukkan memimpin pesantren tidak menghalangi Iya untuk menulis. Terbukti dari 11 buku dan 57 jurnal karya Iya yang terdokumentasi pondok, belum terhitung karya-karyanya yang hilang. Tidak heran kalau semangat menulis ini terwariskan pada santri-santrinya.

Iya adalah seorang mujahid yang berjuang dengan harta dan jiwanya. Seluruh hidupnya Iya baktikan di jalan Allah lewat Muhammadiyah.

“Harta dan jiwa saya telah saya wakafkan untuk Muhammadiyah” kalimat itu selalu Iya ucapkan. Kalimat yang tidak berhenti di bibir saja, tapi mewujud menjadi karya nyata sepanjang masa.

Kisah tentang Iya Miskun sangat penting untuk alumni dan santri Darul Arqam, warga Muhammadiyah, dan muslim pada umumnya, karena kisah tentang Iya adalah kisah tentang perjuangan luar biasa yang meneteskan air mata hingga menghasilkan mata air bagi Muhammadiyah dan bangsa. Kisah yang kita perlukan untuk membakar semangat untuk berjuang mengorbankan harta dan jiwa kita di jalan kebaikan, kebermanfaatan, dan pengharapan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Untuk info Pre-Order, cek gambar.

Jodoh

Apa itu jodoh? Barangkali kau sering bertanya-tanya tentangnya.

Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

Lalu, kepada siapakah seharusnya kita menambatkan sauh? Di manakah semestinya kita meninggalkan kompas? Kapankah kita perlu menantang nasib, garis tangan, dan rasi bintang?

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar—jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri.

Jodoh adalah sebuah novel karya alumni DA, yang juga penulis yang cukup aktif, yaitu Fahd Pahdepie (22pa). Novel ini menceritakan tentang pengalaman cinta pertama dan sebagian besarnya diambil dari pengalaman penulis ketika menjadi santri di DA.

Jodoh